Menerapkan Individualized Learning dalam Proses Belajar Anak

March 27, 2020

Setiap anak terlahir dengan cara mengolah ilmu pengetahuan yang berbeda-beda di tiap masa pertumbuhannya. Para pengajar/guru pembimbing yang berperan penting untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kemudian dihadapkan dengan pilihan metode mengajar yang bervariasi.

Seiring perkembangan dunia pendidikan yang pesat, lahirlah metode-metode mengajar yang mengutamakan proses cara berpikir anak agar mereka dapat menguasai materi pelajaran secara lebih optimal. Salah satunya adalah metode Individualized Learning.

Individualized Learning adalah salah satu cara mengajar yang menyesuaikan kecepatan sang anak menangkap pelajaran berdasarkan kemampuan mereka. Cara ini membutuhkan tidak hanya pendekatan yang baik terhadap anak, namun juga ketekunan sang pengajar untuk terus mengikuti perkembangan kemampuan belajar anak.

Selain itu, memantau perkembangan kemampuan belajar anak juga sangat penting guna menentukan strategi mengajar selanjutnya karena tiap anak memiliki daya menyerap pelajaran yang berbeda-beda. Misalnya, seorang siswa mungkin memerlukan waktu lebih singkat dalam mempelajari suatu topik tertentu, atau siswa lainnya malah lebih lambat dalam menyerap topik yang sama. Hal-hal tersebut pastinya tidak akan terlihat jika menggunakan metode mengajar yang konvensional.

Shinkenjuku menerapkan Individualized Learning dalam bentuk kelompok belajar kecil yang berisi maksimal lima siswa dan satu guru pembimbing di setiap sesi belajar di kelas. Format ini digunakan agar setiap guru pembimbing dapat fokus dalam perkembangan pendidikan tiap anak.

Anda pun dapat menerapkan cara mengajar ini di rumah. Pastikan Anda terus memantau perkembangan pendidikan anak, lalu tentukan strategi mengajar sesuai dengan karakter sang anak. Kuncinya adalah jangan memaksakan anak untuk mengerti, tapi berikan anak Anda motivasi untuk menyelesaikan soal menggunakan cara berpikirnya sendiri. Selamat mencoba!