Apa Itu Shinkenjuku

Apa itu Shinkenjuku

Berawal dari penerbitan materi edukasi dan buku saku untuk siswa SMP di tahun 1955, Benesse melahirkan Shinkenzemi yang saat ini menjadi brand “home learning” No 1 di Jepang. Melalui Shinkenzemi, Benesse berkomitmen untuk menyediakan materi pendidikan berkualitas dari guru-guru terbaik. Tahun 2014 Benesse menghadirkan kursus matematika untuk anak sekolah dasar dengan harapan dapat membantu orang tua dalam menyediakan kesempatan belajar untuk anak supaya dapat berperan aktif secara global di masa depan. Shinkenjuku tidak hanya fokus pada kemampuan menghitung tapi juga mengembangkan kemampuan berpikir anak dengan cara memancing rasa ingin tahu dan memberikan motivasi supaya tertarik untuk belajar dan mencintai matematika.Apa Itu shinkenjuku

Apa Itu shinkenjuku

Keuntungan Belajar di Shinkenjuku

1. Belajar Konsep Matematika dan Mengembangkan Kemampuan Berpikir

– Khususnya kemampuan dalam berpikir kritis, analitis, dan kreatif untuk masa depan yang baiknya ditanamkan sejak dini.

2. Berfokus pada Anak

– Dengan menggunakan sistem semi-privat yang terdiri dari 5 orang siswa di setiap kelompok. Setiap anak dipastikan mendapat perhatian yang cukup dari guru.

3. Belajar lebih Menyenangkan dengan Mengerti Konsep Matematika

– Pembelajaran di desain sesuai dengan cara berpikir anak sehingga memancing minat anak untuk berpikir sendiri. Kehadiran tutor akan membuat pengalaman belajar matematika lebih menyenangkan.

Visi

  1. Menjadi bimbingan belajar Matematika yang terbaik di Indonesia.
  2. Mampu menghasilkan lulusan terbaik yang memiliki kemampuan lebih dalam hal kemandirian, keterampilan, membaca, dan menulis.

Misi

  1. Membuat bimbingan belajar kami menjadi tempat yang menyenangkan bagi para pengajar dan pelajar, sehingga proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan menyenangkan
  2. Membuat sistem belajar dan mengajar terbaik yang mengadaptasi metode belajar mengajar di Jepang dengan standar kurikulum yang berlaku di Indonesia
  3. Menjadi bimbingan belajar bagi para siswa, pengajar dan masyarakat sekitar
Menu